You are currently browsing the category archive for the 'Opini' category.
Norma itu ada bukan untuk mengekang kita.
Norma itu ada bukan untuk membatasi gerak langkah kita.
Tapi norma itu ada agar orang tidak saling melukai hati,
menyinggung sesamanya.
Norma itu ada sebagai kontrol untuk diri kita,
kontrol sosial, kontrol agama.
Jika kau tidak setuju, jangan kau tentang norma yang sudah
terlanjur memasyarakat di tempatmu berdiri.
Jangan suruh norma itu mengikuti maumu, tapi rendahkanlah
dirimu untuk menerima dan menhargai norma itu.
Jangan ngotot, jangan melawan arus..
Karena hidup dengan melawan arus tak akan membuat
langkah kita nyaman.
Ikuti saja, dan nikmatilah..
Insya Allah kau akan berjalan dengan lebih rileks..
Selama itu tidak melawan perintah agama, ayok aja..
Simpel tapi prinsip!
Tentunya setiap orang ingin donk membina keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah,
damai, tentram, bersahaja, dan mesra..
Mau tau kunci-kuncinya?? Saling berbagi yuk…
Menurutku, kuncinya adalah:
1) Janganlah menyimpan rahasia dari pasanganmu.
Sekecil apapun, serumit apapun, jangan pernah kau tutupi dari pasanganmu.
Ceritakanlah pada pasanganmu!
Bukankah ia adalah pasanganmu?
Orang yang pertama kali kau temui saat kau membuka mata di pagi hari hingga
kau kembali menutup mata di malam hari??
Dialah orang yang ada disisimu saat kau terbangun dari tidurmu..
Bukankah ia belahan jiwamu?? Maka kenapa harus ada rahasia??
Ceritakanlah padanya agar ia merasa menjadi bagian dari kehidupanmu.
2) Jangan pernah menyimpan suatu kebohongan.
Sekecil apapun, bicarakanlah, jujurlah..
Karena kebohongan-kebohongan kecil itu akan menjadi kebohongan besar saat kau coba terus2an menutupinya.
3) Jika memang tak ingin menimbulkan prasangka,
ya jangan berbuat sesuatu yang mencurigakan dunk..
4) Untukmu wahai sang suami..
Mengertilah kegelisahan, keresahan, kecemburuan istrimu.
Jangan malah kau selesaikan dengan kemarahanmu, karena itu akan membuatnya semakin resah..
5) Untukmu wahai sang istri..Percayailah suamimu!
Daripada kau memikirkan masa lalu, dan hal-hal yang merisaukanmu, mending kau gunakan waktumu, energimu untuk mengurus keluarga. Bersikap dan berbuat baiklah pada suamimu.
Suami mana sih yang gak luluh sama istri yang sabar dan ikhlas mengabdi pada suaminya…??
Bagaimana menurutmu, kawan?
Ada yang mau kasih masukan buatku??
Aku tunggu yaa..
Salam hangat
Kebahagiaan itu datangnya dari hati !
Itu menurutku.. Tapi ada sebagian orang yang berpendapat bahwa kebahagiaan itu datangnya dari fikiran.
Ok deh, dari mana aja menurut pendapatmu, sebener’e sama aja, intinya berasal dari dirimu sendiri.
Hasilnya adalah perasaan yang rileks dan nyaman di hati. Betul gak sih??
Kebahagiaan itu muncul/timbul dari diri kita sendiri, bukan dari orang lain.
Karena itu, jika kau ingin bahagia, berpikirlah positif !
Dari pikiran yang positif itu akan menimbulkan energi yang positif dalam diri kita.
Efeknya adalah perasaan senang dalam hati, shingga implikasinya adalah
rileks dan nyaman pada diri kita. Pada saat itulah kita akan merasa bahagia.
So..
Untuk apa kau pikirkan hal-hal buruk yang ada di sekitarmu?
Jangan biarkan rasa iri, dengki, benci, dan dendam bersemayam dalam hatimu !
Tumbuhkanlah empatimu, berpikirlah positif, rasakanlah efek energinya, dan raihlah hasilnya !
Berbahagialah karena hidup akan lebih indah jika kau merasa bahagia!
