Orang bilang jodoh ada di tangan Tuhan.
Banyak Ustadz dan Ustadzah menasehati agar kita tak perlu risau memikirkannya,
karena jodoh, rezeki, dan matinya kita, sudah tertulis dalam Lahumul Mahfudz..
Maka meski kini usiaku, saat aku menulis ini, sudah hampir 27th,
aku tak pernah mencemaskan dimana jodohku berada,
karena aku yakin Dialah yang akan mempertemukanku pada jodohku.
Allah yang akan mengatur pertemuan kami..
Kupasrahkan takdirku pada-Mu ya Allah..
Kau yang Maha Tau apa dan siapa yang terbaik untukku…
Aku tak pernah bermimpi dan berharap jodoh yang muluk-muluk.
Syaratku hanyalah:
dia seorang yang muslim, mencintai aku dan keluargaku,
seseorang yang beriman (susah lho di zaman sekarang ini mencari seorang laki-laki yang beriman..betul khan??).
Seseorang yang mampu menjadi imam dalam keluarga yang kami bangun.
Seseorang yang bisa menghargai wanita dan mencintai anak-anak yang akan lahir dalam kehidupan kami.
Seorang laki-laki yang cerdas dan berpikiran maju!
Apakah aku berlebihan dalam mengharapkan laki-laki yang bisa jadi suamiku??
Oh, ada satu syarat lagi, hehe..aku kelupaan nih..
Satu lagi syarat itu adalah: ketika kami memutuskan untuk menikah, semua pihak (baik keluarga, teman, maupun mantan-mantan kekasih kami) mengikhlaskan kami untuk menikah.
Maka kemudian aku akan dengan sukacita bersedia menikah dengannya…

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini